Berita24.co.id : Jakarta — Sore itu, suasana Jakarta diliputi cahaya hangat matahari yang mulai condong ke barat. Di salah satu kedai sederhana, empat tokoh—yang belakangan kerap dijuluki Trio Haji Pengusaha dan Pejuang Masyarakat Agraris—bertemu dalam suasana akrab dan penuh hikmah.
H. Rukis Pribadi, Komisaris Itama PT. Bona Tunas Indo, datang lebih dahulu. Ia dikenal sebagai sosok pengusaha yang berprinsip, kerap mengaitkan dunia bisnis dengan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
Menyusul kemudian, H. Muhar Gusti, Direktur Utama PT. Tanggamus Mulia Abadi, dan H. Zikrillah Ibrahim, Direktur Utama PT. Anugrah Berkah Nusantara.
Keduanya membawa semangat kolaborasi dan jejaring untuk membangun Lampung dan daerah-daerah potensial lainnya.Tak lama, Abu Hasan hadir—dikenal luas sebagai pejuang reforma agraria, suara lantang bagi petani dan masyarakat desa.
Dengan ketenangan khasnya, ia langsung menyoroti persoalan mendasar: bagaimana ekonomi rakyat bisa tumbuh tanpa meninggalkan prinsip keadilan terhadap tanah dan ruang hidup petani.
“Ekonomi rakyat bisa tumbuh tanpa meninggalkan prinsip keadilan terhadap tanah dan ruang hidup petani,”tukasnya.


















