banner 728x250

Yayasan Darul Fattah Gelar Seminar Internasional, Ulama Dituntun Jadi Pelopor Perdamaian & Solusi

banner 120x600
banner 468x60

BERITA24.CO.ID

BANDAR LAMPUNG – Yayasan Darul Fattah Lampung sukses menyelenggarakan Seminar Ulama Internasional dengan tema “Peran Ulama dalam Perdamaian Dunia Bersumber dari Al-Qur’an”. Acara yang berlangsung di Hotel Emersia, Sabtu (25/4/2026) ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

banner 325x300

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan dari Ketua Yayasan Darul Fattah, K.H. Aryasin. Acara ini menghadirkan enam narasumber dari kalangan akademisi Mesir yang dipimpin langsung oleh Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi, memberikan perspektif global mengenai kontribusi ulama dalam menjaga perdamaian dunia.

Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, dalam paparannya menekankan bahwa peran ulama sangat vital di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

“Ulama bukan sekadar pewaris misi kenabian (warotsatul anbiya), tetapi juga pemimpin moral dan agen transformasi sosial yang membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin atau rahmat bagi seluruh alam semesta. Peran ini semakin esensial di tengah kompleksitas tantangan global saat ini,” tegas Warsito.

Lebih jauh, pria yang juga mantan Dekan FMIPA Unila serta Pendiri dan Pembina Yayasan Darul Fattah ini menegaskan bahwa dakwah ulama harus memiliki karakteristik yang relevan dengan masa kini.

“Kita perlu memperkuat kapasitas ulama agar dakwah yang disampaikan bersifat moderat dengan menolak ekstremisme, kontekstual dalam merespons realitas, berorientasi solusi atas masalah sosial, serta berpihak pada kemaslahatan publik. Inilah wajah Islam yang sesungguhnya, Islam yang memberi jawaban atas tantangan zaman,” ujarnya.

Warsito juga menyinggung komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.

“Regulasi ini menjadi landasan kebijakan nasional dalam mendorong kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan damai di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Yayasan Darul Fattah yang dinilai sangat progresif. Hingga saat ini, yayasan tersebut mengelola pendidikan mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, serta memiliki Komplek Bangunan Ibadah, Haji dan Umrah (KBIUH) dengan jamaah mencapai lebih dari 20.000 orang.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai inisiasi kerjasama yang akan dibangun oleh yayasan dengan pihak Mesir, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga potensi kerjasama di bidang ekonomi dan pariwisata.(*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *