Berita24.co.id : Bengkulu — Di sebuah Desa paling Ujung Propinsi Bengkulu, Tepatnya di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan. Nasal Kabupaten Kaur, Terdapat kisah pilu bagi anak usia 12 Tahun. Dimana, diusia dini yang seharusnya dihabiskan untuk belajar bersama dengan anak – anak lainnya berbeda dengan Rica.
Dimana Rica harus mengorbankan masa remajanya untuk menjadi Tulang Punggung keluarganya. Selain himpitan Ekonomi, Rica juga harus merawat sang ayah yang menderita lumpuh berkepanjangan.
Rustam ayah Rica, menuturkan, dirinya sebenarnya tidak tega melihat kondisi anaknya saat ini, dimana anak semata wayangnya harus mengorbankan pendidikan dan masa remajanya Hanya untuk merawat dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Saya tidak tega mas, melihat Rica terpaksa putus sekolah, karna kondisi ekonomi yang membuat harapan anak seusia Rica hancur, namun apa daya, ditambah kondisi saya saat ini seperti yang mas lihat,”ujar Rustam sembari menahan isak tangis.
Tidak hanya itu, Ayah Rica, Rustam juga menurkan bahwa keadaan ekonominya saat ini tentunya membuah kami makin terpuruk, ditambah kondisa saya yang sakit hingga tidak bisa beraktivitas. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari tidak bisa, dan inilah yang memaksa anak saya ini putus sekolah.
“Saya tidak dapat berbuat banyak mas, bisa dilihat sendiri bagai mana keadaan saya, dan inilah yang membuat anak saya Rica yang harua mengantikan saya menjadi Tulang punggung keluarga dan memaksanya untuk putus sekolah, Mana ada Mas, Bapak yang tega merenggut masa-masa pendidikan, sebagai Bapak tentunya saya merasa gagal untuk mengantarnya untuk meraih cita-cita”ucapnya lirih..
Diceritakan Rustam, sejak ditinggal istri beberapa tahun silah, dirinya bersama anak perumpuan semata wayangnya ini tidak ada yang mengurus lagi kebutuhan sehari – hari sehingga menyebabkan dirinya mengalami sakit parah sehinga Rica inilah yang harus berperan mengantikan sang ibu untuk mentiapkan kebutuhan sehari – hari, hingga menyebabkan dirinya tidak dapat mengenyam pendidikan sejak awal.
“Ia, Anak saya ini hingga diusia 12 tahun ini tidak pernah mengenyam pendidikan baik itu TK, SD apalagi SMP. Karena diusianya ini hanya dihabiskan untuk merawat saya dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,”tukasnya.
Sementara Warga sekitar rumah Rica pun menyampaikan bahwa Rica sehari hari berkerja membatu tetangganya, itu pun kalau ada kerjaan. “Ia mas, sebenarnya kami tidak tega, namun harus bagai mana, kami hanya bisa membantu semampu kami,”ucap salah satu tetangganya.
Sedangkan Rica mengatakan, bahwa dirinya harus kuat dengan keadaan ekonomi yang saat ini dialami keluarganya. Ditambah kondisi ayah yang sakit. Karena harus saya urus semaksimal mungkin.
“Saya beharap di suatu saat nanti ada keajaiban datang dari yang kuasa sehingga penyakit lumpuh ayah saya bisa sembuh,”tutur nya.
Ayah Rica mengatakan berharap kepada pihak pemerintah agar bisa membatu degan keadaan kami saat ini. “Ia saya berharap anak saya ini bisa bersekolah seperti anak anak seusia nya. sehingga bisa mewujudkan masa depan yang cerah,”tukasnya. (Sy/san)
















