banner 728x250
Ekobis  

OJK Bersama Pemkab Lamtim Luncurkan Pembiayaan Penggemukan Sapi Lewat KURDA

banner 120x600
banner 468x60

LAMPUNG TIMUR (BERITA 24) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur resmi membangun ekosistem pembiayaan penggemukan sapi berbasis kemitraan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Langkah ini diambil untuk memperluas akses pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Dr. Rustam Effendi, pimpinan PT GGL, Direktur PT BPRS Kabupaten Lampung Timur, serta perwakilan dinas terkait, tokoh masyarakat, dan para pelaku usaha peternakan.

banner 325x300

Skema Ekosistem Tertutup yang Menguntungkan Semua Pihak

Kepala OJK Provinsi Lampung menjelaskan bahwa program ini menghadirkan sistem ekosistem tertutup yang melibatkan tiga pihak utama: PT BPRS Lampung Timur sebagai penyedia dana, PT GGL sebagai mitra pendamping teknis sekaligus pihak yang menjamin penyerapan hasil ternak, serta pemerintah daerah sebagai pendukung kebijakan.

“Kami tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi membangun sebuah ekosistem lengkap. Ketika peternak memperoleh modal, pendampingan, dan kepastian pasar dalam satu rantai nilai, maka risiko usaha menurun dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ujar Otto.

Kehadiran kepastian pasar membuat risiko kredit menjadi lebih rendah, sehingga penyaluran dana bisa berjalan lebih aman. Program ini juga bertujuan melindungi peternak dari jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang kerap menawarkan dana dengan bunga sangat tinggi. Otto berpesan agar peternak menggunakan fasilitas ini dengan bertanggung jawab dan disiplin membayar angsuran untuk menjaga catatan kredit yang baik.

Fasilitas KURDA dengan Suku Bunga Kompetitif

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Dr. Rustam Effendi menyampaikan bahwa wilayahnya merupakan salah satu lumbung ternak sapi di Lampung, namun selama ini peternak terkendala keterbatasan modal dan sulitnya mencari pasar. Melalui program ini, disiapkan fasilitas KURDA dengan suku bunga hanya 4% per tahun dan persyaratan yang lebih mudah.

Pada tahap awal, program ini akan menyalurkan dana minimal sebesar Rp1 miliar untuk sekitar 10 peternak, dengan total jumlah sapi yang dikelola mencapai 50 ekor. Setiap peternak berhak mendapatkan plafon pembiayaan antara Rp100 juta hingga Rp200 juta.

Pendampingan Menyeluruh dari Hulu ke Hilir

Selain bantuan modal, peternak juga akan mendapatkan pendampingan teknis secara berkelanjutan dari PT GGL, mulai dari pemilihan bibit unggul, cara meracik pakan bernutrisi, pemantauan kesehatan ternak, hingga pengelolaan kandang yang efisien. Hal ini bertujuan mengubah pola peternakan tradisional menjadi usaha yang lebih produktif dan modern.

Model kemitraan ini nantinya diharapkan dapat diterapkan pada berbagai komoditas unggulan lainnya di Provinsi Lampung, guna mendorong perputaran ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mewujudkan swasembada daging daerah. (*)

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *