BANDAR LAMPUNG (BERITA 24) – Liga Seni 2026 bukan sekadar ajang kompetisi seni, melainkan program strategis Pemerintah Provinsi Lampung untuk menanamkan cinta budaya sejak dini di kalangan pelajar. Hal ini ditegaskan Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum Pemprov Lampung, Yayan Ruchyansah, saat mewakili Gubernur Lampung membuka pagelaran Seni Musik Liga Seni 2026 di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Lampung, Senin (3/8).
“Liga Seni bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, mengembangkan potensi, serta melestarikan seni dan budaya yang menjadi kebanggaan Provinsi Lampung.” kata Yayan Ruchyansah.
Ia menegaskan, Pemprov Lampung menempatkan pendidikan seni budaya sebagai pilar penting kemajuan daerah: “Mari bersama kita wujudkan Lampung yang semakin maju melalui pendidikan seni budaya dan kreativitas generasi muda dalam melestarikan dan menampilkan musik,” ucapnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Lampung, Melly Ayunda, menyebutkan cabang Seni Musik berlangsung dua hari, 3–4 Agustus 2026, diikuti 15 penampil terbaik dari SMA dan SMK se-Provinsi Lampung. Hari pertama dibuka SMA Negeri 2 Bandar Lampung, lalu SMA Negeri 9 Bandar Lampung, SMK Negeri 1 Bandar Lampung, SMKN Geomatika Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Pringsewu, SMA Negeri 1 Metro, SMA Negeri 1 Padang Cermin Pesawaran, hingga penutup hari pertama SMA Negeri 10 Bandar Lampung.
Hari kedua, Selasa 4 Agustus 2026, dibuka SMKN 4 Bandar Lampung, disusul SMA Negeri 16 Bandar Lampung, SMK SMTI Bandar Lampung, SMK Muhammadiyah 1 Kota Agung Tanggamus, SMA Negeri 1 Pesisir Selatan Pesisir Barat, SMA Negeri 2 Kota Agung Tanggamus, hingga penampil terakhir SMA Negeri 1 Candipuro Lampung Selatan.
Seni Musik menjadi pembuka rangkaian Liga Seni 2026 yang berlanjut ke Seni Teater 5–6 Agustus dan Seni Tari 7–8 Agustus 2026. Diselenggarakan UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ajang ini terbuka untuk umum. Masyarakat, orang tua, dan pencinta budaya diharapkan hadir menyemangati para penampil muda yang membawa nama sekolah dan daerahnya masing-masing. (*)
















