banner 728x250

Lampung Catat Sejarah Baru! Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,58%, Kuota Bedah Rumah Naik Jadi 11.000 Unit

banner 120x600
banner 468x60

BERITA24.CO.ID

 

banner 325x300

Bandar Lampung – Provinsi Lampung mencatat sejarah baru dalam perekonomian daerah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I tahun 2026 berhasil menembus angka 5,58 persen. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik kedua di seluruh wilayah Sumatera.

Pencapaian membanggakan ini diumumkan secara resmi dalam acara Gala Dinner HUT ke-54 Realestat Indonesia (REI) yang berlangsung megah di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Kamis malam (7/5/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menjadi narasumber yang membeberkan data gemilang tersebut. Ia menegaskan bahwa angka 5,58% ini adalah rekor baru, mengingat sejak tahun 2015 lalu, Lampung belum pernah mencatatkan pertumbuhan setinggi ini.
“Ini pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir Lampung bisa menembus pertumbuhan yang relatif tinggi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari leadership dan strategi kebijakan hilirisasi pertanian,” ujar Amalia.
Lebih lanjut, Amalia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan Lampung terletak pada kemampuan daerah mengoptimalkan potensi asli bumi Andalas. Gubernur Rahmat Mirzani dinilai sangat efektif dalam mendorong produktivitas sekaligus membangun rantai industri pengolahan hasil pertanian, sehingga nilai ekonomi komoditas lokal meningkat signifikan.

Secara nasional, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen. Sektor konstruksi dan properti menjadi salah satu pengungkit utama dengan pertumbuhan di atas 5 persen, yang membuktikan bahwa sektor ini sangat vital bagi roda perekonomian bangsa.

 

Merespons data positif tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari sinergi antara program strategis Pemerintah Pusat yang fokus pada pangan, energi, dan pemberdayaan masyarakat, dengan kerja keras seluruh elemen daerah.

Gubernur yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha perumahan subsidi ini, memahami betul seluk-beluk dunia properti. Oleh karena itu, ia memberikan jaminan kenyamanan bagi para pelaku usaha.

“Provinsi Lampung hari ini menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua di Sumatera. Ke depan, kami akan sangat mendukung investasi terutama dari teman-teman REI. Kami akan memudahkan segala proses administrasi dan perizinan,” tegas Gubernur Mirza.
Ia juga mengajak para pengusaha properti dari seluruh Indonesia untuk melihat potensi besar Lampung dan turut serta memajukan daerah ini.

 

Suasana semakin meriah dan penuh antusias ketika Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan sambutan. Menanggapi kinerja gemilang Pemprov Lampung, Menteri memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan langsung mengumumkan keputusan besar.

Awalnya, kuota bantuan renovasi atau bedah rumah untuk Lampung tahun ini ditetapkan sebanyak 9.500 unit. Namun, melihat kesiapan dan kinerja daerah yang luar biasa, Menteri Maruarar menaikkan jumlah tersebut menjadi 11.000 unit.

“Karena pertumbuhannya nomor dua se-Sumatera dan kinerjanya bagus, barusan saya cek masih ada sisa kuota, saya tambahkan dari 9.500 jadi 11.000 bedah rumah buat Lampung,” kata Menteri dengan tegas disambut tepuk tangan meriah.

Menteri menjelaskan penambahan 1.500 unit ini dilakukan karena melihat kesiapan tim di lapangan dan masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Ia meminta Pemprov Lampung segera mengirimkan tim teknis ke Jakarta untuk memproses penambahan kuota tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maruarar juga memaparkan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah tengah menargetkan pembangunan 10 kota baru di seluruh Indonesia serta memastikan kebijakan pembebasan biaya BPHTB dan PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berjalan lancar dari Sabang sampai Merauke.

Ia menekankan bahwa setiap regulasi harus berdiri di atas tiga pilar: bermanfaat bagi negara, berpihak pada rakyat, dan memberikan kenyamanan bagi dunia usaha.

“Negara sangat membutuhkan pengusaha yang kuat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Saya ingin nama REI dijaga, pastikan anggota menjadi pengembang yang bertanggung jawab terhadap konsumennya,” pungkasnya.

Acara puncak HUT REI ke-54 ini tidak hanya berisi forum bisnis, tetapi juga diisi kegiatan sosial seperti penanaman pohon hingga konvoi odong-odong yang memeriahkan suasana kota Bandar Lampung, menandakan semangat optimisme ekonomi yang semakin membara.(tina)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *